Lebih dari 1.000 Jemaah Haji Meninggal Akibat Panas Ekstrem, Sebanyak 658 Orang Asal Mesir

Lebih dari 1.000 jemaah haji dilaporkan meninggal dunia akibat panas ekstrem di Arab Saudi, dengan mayoritas korban berasal dari Mesir. Suhu yang mencapai lebih dari 50 derajat Celcius menjadi penyebab utama kematian para jemaah yang sedang menunaikan ibadah haji.

Data menunjukkan bahwa dari total jemaah yang meninggal, 658 orang di antaranya berasal dari Mesir. Insiden ini menandai salah satu tragedi terbesar dalam sejarah penyelenggaraan haji.

“Panas yang ekstrem menjadi tantangan terbesar tahun ini. Banyak jemaah yang tidak mampu bertahan dalam kondisi suhu yang sangat tinggi,” ujar salah seorang petugas haji.

Penyebab utama kematian para jemaah adalah serangan panas (heat stroke) dan dehidrasi. Kondisi fisik yang melemah karena suhu yang sangat panas dan kurangnya hidrasi yang cukup menyebabkan banyak jemaah tidak dapat melanjutkan ibadah haji mereka.

Pemerintah Arab Saudi telah berupaya menyediakan fasilitas penyejuk dan tempat istirahat yang memadai untuk para jemaah. Selain itu, petugas kesehatan dikerahkan di berbagai titik untuk memberikan pertolongan pertama bagi jemaah yang mengalami kesulitan akibat panas.

“Kami telah melakukan segala upaya untuk membantu para jemaah, termasuk menyediakan cairan rehidrasi dan ruang-ruang penyejuk di sekitar area haji,” kata seorang pejabat dari Kementerian Haji Arab Saudi.

Tragedi ini mendapatkan perhatian luas dari berbagai negara, terutama yang warganya menjadi korban. Pemerintah Mesir menyampaikan duka mendalam dan berjanji akan memberikan bantuan kepada keluarga korban.

“Pemerintah Mesir akan memastikan bahwa semua korban mendapatkan perawatan yang diperlukan dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan dukungan yang layak,” kata seorang juru bicara pemerintah Mesir.

Sumber : Anadolu Agency

Reviews

0.0

User Score

0 ratings
Rate This

Sharing

Leave your comment