Mahkamah Internasional Gelar Sidang Terbuka Mengenai Tindakan Israel di Gaza

Mahkamah Internasional (International Court of Justice, ICJ) berencana mengadakan sidang terbuka pada tanggal 16 dan 17 Mei mendatang, menanggapi permintaan dari Afrika Selatan untuk membahas tindakan tambahan terhadap Israel sehubungan dengan aktivitas mereka di Gaza dan Rafah. Sidang ini akan diadakan di Den Haag, Belanda, dan diharapkan akan dihadiri oleh delegasi dari Afrika Selatan dan Israel.

Pada tanggal 10 Mei, Afrika Selatan mengajukan permintaan mendesak kepada Mahkamah Internasional untuk mengambil langkah menyikapi situasi di Gaza. Inisiatif ini diambil pasca penyerangan oleh tentara Israel yang menutup satu-satunya pintu gerbang warga Palestina di Gaza ke dunia luar melalui Rafah dengan Mesir.

Mahkamah Internasional, dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat lalu, menyatakan bahwa langkah-langkah sementara yang telah diambil sebelumnya dinilai tidak lagi cukup untuk menangani perubahan keadaan dan fakta yang terjadi. Lebih dari 1,4 juta warga Palestina, yang sebagian besarnya adalah perempuan dan anak-anak, telah berlindung di Rafah, mencari perlindungan dari serangan yang berlangsung.

Afrika Selatan dalam permintaannya ke Mahkamah Internasional menekankan bahwa serangan Israel di daerah tersebut, serta risiko ekstrim terhadap pasokan kemanusiaan dan layanan dasar ke Gaza, tidak hanya memperburuk kondisi yang ada tetapi juga menciptakan kerugian yang tidak dapat diperbaiki terhadap hak-hak rakyat Palestina.

Pada awal Januari, Mahkamah telah memutuskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Tel Aviv di Gaza termasuk kategori genosida, dan telah memerintahkan Israel untuk menghentikan tindakan tersebut serta mengambil langkah-langkah nyata untuk memastikan bahwa bantuan kemanusiaan dapat diberikan kepada warga sipil di Gaza. Tentu saja, keputusan ini diikuti dengan ketegangan internasional yang tinggi.

Situasi di Gaza telah mengalami kerusakan signifikan; sebagian besar infrastruktur hancur, yang mengakibatkan 85 persen penduduknya terpaksa mengungsi. Selain itu, blokade yang diterapkan mengenai makanan, air bersih, dan obat-obatan semakin memperparah keadaan.

 

Sumber Foto: Anadolu Agency

Reviews

0.0

User Score

0 ratings
Rate This

Sharing

Leave your comment